Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

5 Cara Cerdas Beli Rumah Tanpa Menyicil ke Bank

Anda tidak akan pernah memiliki rumah, jika tidak memulai.

Di masa seperti saat ini semakin sulit bila seorang karyawan dengan penghasilan pas-pasan ingin mempunyai rumah.  Selain memang susah mengalokasikan anggaran nya, harga rumah dari waktu ke waktu juga selalu meningkat. 

Solusi pada umumnya adalah melakukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), baik dengan bunga mengambang (floating rate), maupun bunga bersifat tetap (fixed rate).

Namun, menurut Hari Putra, motivator finansial dan managing director WF 19 Technology Inc. (www.p3kcheckup.com), sebetulnya ada beberapa cara dan strategi kreatif yang dapat dilakukan agar bisa memiliki rumah tanpa harus menyicil di bank. 

Hari berpendapat, yang pertama-tama harus dilakukan adalah berkenalan dengan rekan-rekan kerja yang berkecimpung di dunia real estat dan properti. Hal tersebut baik untuk kemudahan urusan dan pengetahuan seputar rumah dan tanah, beserta faktor hukum yang meliputinya. 

“Dari mereka Anda juga bisa mencari tahu tipe rumah yang dikehendaki, lokasi yang Anda inginkan, serta harganya saat ini dan harga di masa depan, ketika Anda sudah menabung dan berinvestasi,” jelas Hari. 

Setelah Anda tahu rumah seperti apa yang diinginkan, barulah Anda menerapkan strategi kreatif buah pemikiran Hari berikut ini:

Angel investor. Adalah orang atau institusi yang mau membantu membelikan rumah yang Anda inginkan, tanpa pamrih dan tanpa riba. Artinya, yang bersangkutan tidak mengutip penambahan uang sepersen pun, dan membantu semata-mata karena ingin mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. “Memang agak sulit di era yang serba mencari keuntungan saat ini,” aku Hari. “Tetapi, jika kita peka, selalu ada saja orang-orang seperti ini disekitar kita. Bahkan bagi mereka, semakin tidak dikenal, semakin bahagia mereka bisa membantu.”

Dengan demikian, menurut Hari, tiap bulan Anda bisa mencicil tanpa harus dibayang-bayangi rasa takut akan gagal bayar dan penyitaan rumah, seperti yang lazimnya dikhawatirkan bila menyicil lewat bank. “Yang Anda butuhkan adalah integritas pribadi untuk melunasi hutang-hutang tanpa bunga tersebut,” tegas Hari

Menabung dalam dinar emas. Jika Anda sudah tahu rumah yang dikehendaki dan harganya, yang selanjutnya harus dilakukan adalah menabung hingga mencapai harga tersebut – misalnya Rp300 juta. Tetapi masalahnya, ketika Anda sudah punya uang Rp300 juta – yang ditabung selama tiga tahun untuk membeli rumah tersebut, harga rumah tersebut membumbung menjadi lebih dari yang Anda sudah tabung. Dengan kata lain, sampai kapanpun Anda tidak bisa memiliki rumah idaman tersebut. 

Solusinya, menurut Hari, adalah dengan menabung dalam bentuk koin dinar emas atau emas dalam bentuk koin yang beratnya 4,25 gram. Jika dahulu, di abad ke-7 Masehi, satu koin dinar emas bisa membeli seekor kambing, hari ini dengan jumlah koin dinar emas yang sama masih dapat membeli sekor kambing terbaik.  “Ini berarti selama kurun waktu 14 abad tidak ada inflasi,” jelas Hari. 

Sehingga, misalnya Anda punya 148 koin dinar emas, di mana daya beli satu koin dinar emas per 5 Agustus 2013 Masehi adalah Rp 2.030.000,- (menurut www.wakalanusantara.com) maka rumah seharga Rp300 juta yang dalam tiga tahun mengalami kenaikan cukup signifikan, akan tetap kita bisa beli, bahkan malah ada sisa untuk bisa membeli perabotan lainnya.

Caranya, setelah terkumpul 148 koin dinar emas, cari rumah yang pemiliknya mau dibayar dengan menggunakan koin dinar emas tersebut.

Investasi di sektor riil. “Jika hari ini Anda terbiasa hidup dengan investasi pasar finansial atau paper asset, dengan kemungkinan pertumbuhannya antara 15-30 persen per tahun, kenapa tidak mencoba untuk berbisnis di sektor riil dengan menjual produk halal yang sedang digemari masyarakat?” tantang Hari. 

Hari menjelaskan bahwa dengan menjadi distributor yang memiliki banyak jaringan agen, dan semakin banyak agen yang bekerja untuk Anda, maka semakin banyak keuntungan yang Anda dapatkan sehingga bisa kelak membeli rumah idaman Anda.

Agen properti. Dengan semakin banyaknya kelas menengah atas yang pertumbuhannya dari hari ke hari kian pesat, kebutuhan akan rumah juga semakin urgent. “Otomatis, permintaan akan penjual rumah terorganisir atau Agen Properti, juga meningkat,” ungkap Hari.   

Ini bisa jadi cara yang kreatif namun butuh kegigihan untuk bisa mendapatkan komisi yang berkisar 1-3% dari harga jual rumah, yang jika terus dilakukan, bisa membeli rumah idaman Anda.

Sweat equity developer. Tidak banyak yang menekuni profesi di bidang developer. Selain karena perlu waktu untuk memahami alur kerjanya hingga dapat menghasilkan, juga tidak sedikit modal yang harus dikeluarkan. Tetapi dengan sweat equity developer alias pengembang modal dengkul, menurut Hari Anda bisa memiliki rumah idaman.  

“Caranya, Anda mengumpulkan dua jenis pemilik, yaitu pemilik lahan dan pemilik uang, yang kelak Anda gunakan untuk biaya operasional kantor dan biaya promosi seadanya,” jelas Hari. “Lalu buat kesepakatan, jika Anda bisa mendapatkan pembeli – tentu dengan support si pemodal – maka salah satu rumah yang akan dibangun adalah milik Anda.”  

Memang butuh waktu minimal dua tahun untuk bisa merealisasikannya, paling tidak selama kurun waktu tersebut, Anda semakin mahir dalam bidang properti.

Selamat mencari rumah! (Antono Purnomo)

Manfaatkan Aset Pemda, Yogya akan Bangun CBD 14 Ha


YOGYAKARTA – Pemerintah daerah Yogyakarta berencana akan menjadikan salah satu asetnya berupa lahan seluas 14 hektare, di kawasan Jogja Expo Center (JEC) menjadi kawasan central business district (CBD). Pendapatan daerah yang bisa diambil pun ditargetkan mencapai Rp10 miliar per tahun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Yogyakarta, Tavip Agus Rayanto mengatakan, rencana awal kawasan tersebut akan disulap menjadi CBD atau murni bisnis. Namun, menyesuaikan kondisi saat ini, CBD yang dibangun lebih bernuansa edukatif. “Bukan sekadar kawasan bisnis dalam konteks liberal, tapi juga edukasi,” katanya.
Tavip mengungkapkan, penyesuaian tersebut dilakukan mengingat di sekitar JEC saat ini sudah berdiri megah, salah satunya perpustakaan milik Pemda Yogyakarta yang diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, yakni Grha Taman Pustaka. Di kawasan tersebut akan dibangun taman, tempat kuliner, dan pertokoan.
“Di sekitar kawasan itu bukan dibangun mal besar, melainkan warung kuliner harga mahasiswa,” ujar nya.
Dia mengatakan, pengembangan kawasan JEC ini juga masuk rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Yogyakarta. Konsep BCD di kawasan ini juga berguna untuk memecah kepadatan di dalam Kota Yogyakarta. Secara geografis, kawasan tersebut masuk Kabupaten Bantul. “Agar pusat keramaian tidak ter fokus di dalam kota (Yogyakarta) saja,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Yogyakarta Bambang Wisnu Handoyo mengatakan, pengembangan kawasan JEC ini masih dalam penyusunan detail enginering design (DED). Konsepnya di kawasan tersebut ada hotel, tempat bermain anak, taman pendidikan, kuliner dan lainnya.
Dia mengungkapkan, untuk pembangunan kawasan JEC akan ditawarkan kepada investor. Sedangkan, pengelolaannya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan sistem sewa pemanfaatan, seperti konsep pengelolaan JEC yang sekarang ini.

BWH menjelaskan, kawasan yang akan disulap menjadi CBD ini memiliki luas hingga luas 14 hektare. Enam ha sudah digunakan untuk Grha Tama Pustaka maupun gedung JEC serta perkantoran milik Pemda Yogyakarta seperti Kantor Satpol PP.